Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 April 2016

JANGAN REMEHKAN FLU SINGAPURA



JANGAN REMEHKAN FLU SINGAPURA
LDII Bangkalan | Perubahan cuaca yang mendadak dan tidak teratur mengakibatkan virus ataupun bakteri berkembang pesat, demikian juga yang lebih awam disebut Flu Singapura, entah nama Singapura dari mana dan siapa yang menamai, konon penyakit ini pernah mewabah di Singapura hingga banyak sekolah dan fasilitas umum lainnya menjadi ditutup gara-gara penyakit ini sehingga penyakit ini menjadi populer dengan sebutan flu singapore.

Dalam istilah medis disebut FHMD ( hand foot and mouth disease) atau dalam bahasa Indonesia-nya penyakit KTM (Kaki Tangan Mulut), Flu Singapura adalah penyakit infeksi virus yang menyebabkan luka seperti sariawan yang banyak pada bibir dan mulut bagian dalam, luka lepuhan juga muncul pada tangan, kaki, dan terkadang pada bokong atau daerah popok, penyakit ini menyerang siapa saja tanpa pandang umur.
Gejala Flu Singapura
Masa inkubasi flu Singapura berlangsung kurang lebih satu minggu sebelum munculnya tanda dan gejalanya, yaitu:
  • Demam tinggi.
  • Sakit tenggorokan.
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Muncul luka seperti melepuh berwarna merah di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi.
  • Ruam merah
  • Bayi dan balita akan rewel dan mudah marah.
  • Sakit perut.
  • Muntah.
  • Batuk.
Umumnya, penyakit flu Singapura diawali dengan munculnya demam. Setelah itu, sekitar satu atau dua hari, akan muncul tukak atau luka di sekitar gusi, lidah, dan pipi bagian dalam. Kondisi inilah yang bisa membuat Anda kesakitan saat minum, makan, atau menelan. Tidak lama setelahnya, ruam muncul di sekitar telapak tangan dan kaki, serta terkadang pada bokong dan selangkangan.
Kebanyakan kasus flu Singapura, penderita tidak membutuhkan bantuan medis, karena gejala-gejala penyakit akan mereda dengan sendirinya dalam waktu tujuh hari tanpa penanganan apa pun. Tapi jika penderita mengalami dehidrasi, gejala tidak membaik dalam waktu satu minggu, dan muncul gejala fisik lainnya, segera berkonsultasi dengan dokter


Penyebab dan Cara Penularan Flu singapura
Penyebab flu Singapura adalah virus RNA famili Picornaviridae, Genus Enterovirus terdiri dari virus Coxsackie A, virus Coxsackie B, Echovirus dan Enterovirus. Virus Penyebab Flu singapura tersering namun ringan adalah Coxsackie A16, sedangkan penyebab yang menimbulkan kasus berat atau berpotensi menimbulkan komplikasi hingga kematian adalah Enterovirus 71. Karena penyebabnya virus maka flu singapura ini mudah menular. Penularannya seperti penyakit flu yaitu melalui droplet saat bersin, air liur, tinja, dan cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung bisa melalui barang-barang yang terkontaminasi oleh cairan tersebut. Penyakit ini umumnya menyerang balita usia 2 minggu sampai 5 tahun, namun ada kasus yang terjadi pada anak hingga usia 10 tahun. Sedangkan Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus ini, namun bisa saja terjadi. Seperti infeksi virus pada umumnya, contohnya cacar air, anak yang sudah pernah terkena flu singapura akan memiliki kekebalan terhadap penyakit ini. Dengan catatan, virus strain-nya sama, tapi jika virus strainnya berbeda, anak tetap dapat terkena lagi.

Pengobatan dan Pencegahan Flu Singapura
Umumnya, flu Singapura tidak membutuhkan pengobatan. Kondisi ini biasanya pulih dengan sendiri setelah kurang lebih satu minggu. Flu Singapura disebabkan oleh virus, jadi Anda tidak bisa mengonsumsi antibiotik untuk meredakannya. Namun, Anda bisa melakukan beberapa perawatan sendiri untuk meredakan gejala-gejalanya:
  • Untuk meredakan rasa nyeri dan demam, berikan asetaminofen atau ibuprofen. Jangan berikan aspirin pada penderita anak-anak dan remaja di bawah usia 16 tahun, karena berisiko menimbulkan penyakit sindrom Reye.
  • Beristirahat secukupnya dan berikan banyak minuman dingin untuk mengurangi rasa sakit pada tenggorokan.
  • Jangan memberikan makanan atau minuman asam dan pedas, karena bisa membuat luka di mulut dan akan terasa lebih perih. Berikan makanan lunak dan juga sup, karena kondisi ini akan membuat mereka kesulitan dalam menelan
Untuk mengurangi resiko penyebaran flu Singapura, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:
  • Mengisolasi penderita flu Singapura. Flu Singapura sangat mudah menular, oleh karena itu penderitanya disarankan untuk diisolasi hingga sembuh.
  • Membersihkan area-area yang dicurigai terkontaminasi virus. Bersihkan area-area yang dicurigai terkjontaminasi virus (pakaian, seprei, meja, peralatan makan) menggunakan air dan sabun, kemudian bersihkan lagi dengan pemutih klorin.
  • Cucilah tangan dengan bersih. Cobalah untuk mencuci tangan dengan bersih secara rutin, khususnya setelah BAB, mengganti popok anak, menyiapkan makanan, dan sebelum makan.
  • Ajarkan cara menjaga kebersihan. Ajarkan pada anak bagaimana menjaga kebersihan anggota tubuhnya sendiri, sebab anak-anak di bawah 10 tahun rawan tertular flu Singapura.
  • Hindari berbagi peralatan maupun mencium anak yang sedang menderita flu Singapura.
Komplikasi Flu Singapura
Ada beberapa komplikasi flu Singapura, tapi memang jarang terjadi. Beberapa komplikasi flu Singapura adalah:
  • Dehidrasi. Luka yang muncul pada rongga mulut dan tenggorokan bisa mempersulit penderita untuk minum cairan, yang bisa membuatnya mengalami dehidrasi.
  • Meningitis virus. Virus penyebab flu Singapura bisa mengakibatkan meningitis virus, jika virus tersebut bisa masuk ke otak. Meningitis virus adalah infeksi selaput yang mengelilingi otak dan saraf tulang belakang. Akan tetapi, komplikasi ini jarang terjadi.
  • Ensefalitis. Ini adalah komplikasi paling serius dan paling jarang terjadi dari flu Singapura. Ensefalitis merupakan infeksi virus yang menyebabkan jaringan otak membengkak dan meradang. Ensefalitis juga bisa menyebabkan kerusakan otak cukup parah, dan akhirnya berujung pada kematian.

Jumat, 08 April 2016

MENGENAL STROKE LEBIH DINI

MENGENAL STROKE LEBIH DINI

LDII Bangkalan | Stroke adalah gangguan peredaran darah di otak

Seperti bagian-bagian tubuh lainnya, otak mendapatkan suplai darah dari pembuluh darah agar dapat mempertahankan fungsinya secara normal. Gangguan peredaran darah dapat berupa :

  1. Iskemia, aliran darah berkurang atau terhenti pada sebagain daerah di otak.
  2. Perdarahan, biasanya perdarahan terjadi karena dinding pembuluh darah robek.
Gangguan peredaran darah ini mengakibatkan fungsi otak terganggu, dan bila berat dapat mengakibatkan kematian sebagian sel-sel otak (disebut infrak).
Gambaran Klinis Stroke
Otak merupakan organ tubuh yang ikut berpartisipasi pada semua kegiatan tubuh. Tugas yang beragam ini dilakukan oleh bagian-bagian otak yang berbeda. Ada bagian otak yang berperan dalam menggerakan jari, tanggan, kaki dan lidah. Ada pula yang berperan dalam berbicara, menulis, menyanyi, dan melihat. Bila bagian-bagian otak ini terganggu, maka tugasnya pun menjadi terganggu.



Otak membutuhkan sangat banyak oksigen, bila suplai oksigen terputus selama 8-10 detik, sudah terjadi gangguan fungsi otak. Bila suplai oksigen terputus 6-8 menit, maka terjadi kerusakan otak yang tidak dapat pulih/menetap. Faktor yang mempengaruhi aliran darah di otak ialah keadaan pembuluh darah, darah, dan kondisi jantung. Pembuluh nadi atau arteri, dapat menyempit oleh proses aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) atau tersumbat oleh bekuan darah. Keadaan darah yang bertambah kental melambatkan aliran darah. Sebaliknya pada anemia atau kurang darah, suplai darah dapat pula menurun.   Kelainan jantung, bila denyut jantung tidak teratur dan tidak efisien, maka curahnya akan menurun dan mengakibatkan aliran darah di otak berkurang (iskemia). Jantung yang sakit juga dapat mengeluarkan bekuan darah (embolus), yang kemudian tersangkut di pembuluh darah otak dan mengakibatkan iskemia.

Pada stroke perdarahan atau stroke hemoragik, darah keluar dari pembuluh darah akibat dari robeknya dinding pembuluh darah. Robekan ini disebabkan karena lemahnya dinding pembuluh darah karena proses aterosklerosis atau karena cacat bawaan.

Macam-macam Gejala Stoke
Gejala utama stroke ialah timbulnya gangguan saraf secara mendadak. Gejala stroke yang mula –mula ringan dapat memberat dalam beberapa jam/hari. Maka gejala stroke tidak boleh diabaikan walaupun ringan. Agar penanganan stroke dapat dilakukan sedini mungkin, maka berbagai gejala stroke perlu dikenali dengan segera.
Gejala stoke dapat bermacam-macam, misal lumpuh separuh badan yang kanan/kiri, separuh badan kesemutan atau baal, mulut/ lidah mencong bila bicara menjadi pelo/tidak lancar, bicara menjadi tidak karuan, tidak dapat memahami bicara orang lain, tidak dapat membaca dan menulis, sulit menelan tersedak bila makan/minum, sulit berjalan, tidak dapat berhitung, pelupa, penglihatan/pendengaran terganggu, gerakan tidak terkoordinasi, pingsan, koma dan masih banyak kombinasi gejala yang dapat terjadi.

Pencegahan dan faktor risiko stroke
Penangganan stroke saat ini telah banyak mengalami kemajuan, tetapi angka kecacatan dan angka kematian masih tetap tinggi. Faktor risiko stroke; tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes melitus, polisitemia, kadar lemak yang tinggi pada darah, merokok, kegemukan, kadar asam urat tinggi, kurang olah raga, alkoholik, pengunaan narkoba, kontrasepsi oral dan usia.
Pencegahan stroke berarti menghilangkan faktor risiko dan mengobati penyakit yang mendasari, misalnya bila ada penyakit kencing manis (DM), darah tinggi dan penyakit jantung, diobati dan dikontrol secara teratur. Dapat pula mengubah gaya hidup dan pola makan dengan menghindari makanan tinggi kolesterol, membatasi asupan garam, banyak makan buah dan sayur, menghindari rokok, alkohol,kopi, melakukan olah raga, menghindari kegemukan, dan menghindari stress.

Penanganan Stroke pada fase akut
Pasien segera dibawa ke rumah sakit agar dapat diberikan penanganan yang optimal. Yang terbaik bila pengobatan dapat dilakukan dalam 3 jam pertama, setelah timbulnya gejala stroke. Tujuan pengobatan, mencegah agar stroke tidak berlanjut atau berulang, mengupayakan agar kecacatan dapat dibatasi, mencegah terjadinya kematian, mencegah terjadi penyulit seperti radang paru, radang kandung kemih dan mengobati penyakit lain yang dapat mempengaruhi perjalanan stroke. Perawatan pasien stroke yang ideal adalah di Unit Stroke yang sebaiknya ada di setiap rumah sakit besar. Di Unit Stroke, pasien-pasien dirawat secara terintegrasi dan selama 24 jam dimonitor keadaan dan fungsi vitalnya, sehingga setiap masalah dan komplikasi yang terjadi dapat segera ditangani. Pasienpun dapat segera mendapat fisioterapi yang dibutuhkan.

Rehabilitasi paska stroke
Perjalanan penyakit stroke beraneka ragam ada yang pulih sempurna, sembuh dengan cacat ringan/sedang/berat. Derajat kecacatan ini berbeda-beda tergantung ; kecepatan membawa pasien untuk mendapatkan pertolongan pengobatan, lokasi dan luas lesi stroke, usia pada saat terkena stroke, stroke yang berulang, kepatuhan pasien untuk berobat, faktor penyulit seperti penyakit DM, hipertensi, jantung, ginjal, ketekunan untuk berlatih dan dukungan moril dan penyesuaian dari keluarga.
Tujuan rehabilitasi untuk menjaga atau meningkatkan kemampuan jasmani, rohani dan sosial, dapat dilakukan dengan ; terapi fisik (fisioterapi), terapi wicara, latihan mental, terapi okupasi dan memberi alat-alat bantu. Latihan dilakukan sedini mungkin untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Artikel ditulis oleh dr Maria Ingrid Sp.S